Kamis, 10 April 2014

Bocoran Album Terbaru Linkin Park


Linkin Park, band beraliran Nu-Metal juga Rapcore saat ini tengah sibuk menyiapkan materi untuk album terbaru yang rencananya akan dirilis tahun ini.
Seperti yang dilansir dari Mikeshinodaclan.com (blog resmi milik Mike Shinoda) belum lama ini, band yang digawanginya bersama Chesters Bennington, Brad Delson, Joe Hahn, Rob Bourdon, dan Dave "Phoenix" Farrell, akan segera merilis album terbaru.
Dalam blognya, Mike mengatakan, di albumnya kali ini Linkin Park akan membuat aransemen dan suara yang berbeda dari album-album sebelumnya. Ia pun berani mengatakan bahwa di album ini musikalitas Linkin Park akan lebih berkembang.
“Seperti penggemar Linkin Park ketahui, kami selalu memiliki sound yang berbeda dari album ke album. Dan terlalu dini untuk memperkirakan akan seperti apa sound kami di album baru nanti,” kata Mike.
Meski belum mau membeberkan lebih detail tentang album yang rencananya akan rilis pada tahun ini, Mike mengatakan bahwa para personil LP termasuk dirinya telah mengambil banyak inspirasi dari beragam hal setelah perilisan album Living Things pada 2012 silam.
“Yang aku bisa beritahu kepada kalian saat ini adalah, aku sangat terinspirasi, kami terinspirasi banyak hal,” pungkasnya.

Sumber : http://showbiz.liputan6.com Kamis, 06 Februari 2014

Senin, 07 April 2014

Jelajah Streaming Musik Indie Lokal Dengan Aplikasi Indieologi, Lengkap Dengan Konten Video Musik

Geliat musik indie lokal dalam ranah startup teknologi semakin ramai. Setelah Musikator sukses mendistribusikan musik indie ke banyak platform hadirnya Vocalita yang merupakan aplikasi streaming musik khusus musik indie, kini hadir satu lagi aplikasi serupa yang bernama Indieologi. Layanan yang diusungnya berupa streaming agregasi konten dari banyak musisi indie lokal, tak hanya konten audio musik namun juga disertai pula oleh konten video musik.
“Indieologi merupakan sebuah aplikasi streaming musik yang secara khusus menyajikan musik Indie bagi para pengguna. Indieologi memiliki peran sebagai platform bagi band Indie untuk menjadikan musik dan video band mereka dalam satu wadah sehingga memberi kemudahan bagi pecinta musik Indie dalam mengakses kedua hal tersebut,” ujar Indra Elfirasy selaku founder Indieologi kepada DailySocial.
Walau layanannya tak jauh berbeda dengan Vocalita, Indieologi terlihat jauh lebih “serius” dalam menggarap aplikasi streaming musik indie. Hal ini dapat dibuktikan lewat fitur dan kontennya yang telah hampir sepenuhnya siap untuk digunakan. Untuk layanan streaming, Indieologi saat ini telah memiliki cukup banyak artist atau band yang terdapat dalam daftar putar. Terhitung telah ada sebanyak 36 artist yang karya-karyanya telah dapat didengar secara gratis. Tak hanya didengar, karya musiknya juga dapat ditonton lewat pilihan video musik.
Indra mengungkapkan kepada kami, seluruh konten yang disajikan dalam Indieologi merupakan konten agregasi yang diambil dari dua situs populer yakni YouTube dan juga SoundCloud. Kedua situs ini memang cukup umum dilakukan oleh banyak penggiat musik untuk melakukan publikasi karyanya ke banyak penikmat musik.
Selain streaming musik, Indieologi juga menyajikan konten news yang terkait dengan aktifitas komunitas musik indie lokal, seperti misalnya info acara konser, update terbaru, dan lain sebagainya. Namun untuk saat ini, konten berita yang disajikan belum sepenuhnya lengkap, mungkin saja hal ini berkaitan dengan pengembangan selanjutnya dari aplikasi yang telah disiapkan sejak tahun lalu oleh pengembang asal Depok FlipBox Studio.
Masih minim fitur, Indra kembali mengatakan kepada kami dalam waktu kedepan pihaknya akan melakukan berbagai pengembangan, “Fokus kami untuk saat ini adalah penambahan dari sisi konten musik berkualitas dan optimasi aplikasi agar dapat digunakan lebih nyaman oleh user. Kedepannya kami merencanakan untuk memasukkan fitur “fanshop” agar memberi akses kepada para penggemar musik indie untuk mendapatkan merchandise dari band indie yang mereka gemari,” papar Indra. Fitur fanshop tersebut disiapkan Indieologi untuk menjadi model bisnisnya di masa mendatang.
Untuk saat ini baru hanya pengguna smartphone Android saja yang dapat mengunduh aplikasi Indieologi secara gratis. Ketika ditanyakan apakah akan hadir ke dalam platform lain, Indra mengaku masih butuh waktu untuk penyempurnaan Indieologi kedepannya. “Saat ini baru tersedia di Play Store. Tahap selanjutnya, jika layanan Indieologi di Android sudah sempurna, kita juga akan siapkan untuk pengembangan ke platform mobile yang lain,” jawabnya.

Sumber : yahoo.com 08/04/2014